Astrid Tiar Bintang sinetron




Profil
Nama: Astrid Tiar Nick Name: Astrid
Tanggal lahir: 12 Jul 1986 Status: Single
Zodiak: Cancer Lahir di: Jakarta



Astrid Tiar Yosephine Nasution memulai karirnya berawal dari  lomba Gadis Sampul. Setelah terpilih sebagai finalis pada tahun2000. Astrid tak mengabaikannya begitu saja. Sejumlah tantangan bagi para finalis pun dilakoni. Hasilnya, Astrid  keluar sebagai  juara I Gadis Sampul.
Sejak itulah, Astrid mulai berkarir di dunia hiburan. Berbekal juara Gadis Sampul, ia mulai aktif dan kerap berperan sebagai sosok model remaja. Tampil sebagai model di majalah menjadi tak asing lagi bagi gadis kelahiran 12 Juli 1986 ini.
Seperti artis umumnya, dari model remaja, mereka terjun ke sinetron. Demikian halanya dengan Astrid. Tenar jadi model remaja membuat ia dipinang sebagai pemain sinetron, meski cuma figuran. Sinetron pertama yang dibintanginya berjudul Fanya. Kemudian, merembet ke sinetron lain seperti Kafe Biru, Pernikahan Dini, Sejuta Rasa Sayang, Si Cecep dan Wah Cantiknya 2.
Dari artis figuran, sedikit demi sedikit peran Astrid semakin penting. Di sinetron berjudul "Atas Nama Cinta", gadis dengan tinggi badan 169 cm ini mulai kebagian peran utama. Dia memerankan Lila, seorang gadis yang menderita karena perbuatan saudara sendiri, Sissy yang diperankan Jennifer Dunn.  
Astrid yang tomboy harus berperan sebagai Lila yang feminin. Lagi-lagi, peran berseberangan dengan gaya aslinya, malah membawa berkah. Sosok gadis feminim yang menderita menggugah rasa iba dan simpati para pemirsa. Sontak, nama Astrid menanjak. Rating sinetron produksi MD Entertainment juga ikutan terangkat tinggi.
Di sinilah, nama Astrid mulai diperhitungkan di dunia persinetronan Indonesia. Ia dianggap sukses membawakan peran dalam sinetron "Atas Nama Cinta" yang diusung dari album Dewa 19. Nama Astrid semakin populer di mata publik.
Sejak itu, wajah gadis Batak kelahiran Jakarta ini semakin sering tampil di layar kaca membintangi beragam sinetron. Bahkan, dia tampil di beberapa stasiun televisi swasta dengan aneka judul sinetron. Di antaranya adalah Atas Pusing Bawah Pening, Topeng, Ajari Aku Cinta, Tangisan Anak Tiri, Buruan Sayang Gue, Roman Picisan dan Kanaya.
Beragam sinetron membuat peran dan karakter yang dilakoninya juga berbeda-beda. Banyak peran antagonis, tak sedikit pula yang protagonis. Dia mengaku paling sulit diminta memerankan wanita feminin. Tetapi, demi karir, tantangan jadi perempuan feminin, diladeninya

Dunia sinetron tak bisa dipungkiri telah membesarkan nama Astrid. Namun, baginya ada yang lebih penting dari dunia hiburan, yakni pendidikan. Karena itulah, ia sempat cuti dari dunia entertainment pada 2004, ketika awal masuk di bangku kuliah. Bahkan, sejak 2005 hingga Juni 2008, ia benar-benar vakum dari sinetron.
Periode itu adalah masa-masa sibuk bagi mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara, Jakarta ini. Setelah meraih gelar Sarjana Hukum dari universitas ternama ini, Astrid melanjutkan jenjang S-2 di perguruan tinggi yang sama.
Kelak setelah gelar Master Hukum digenggamnya, Astrid tak mau terjun jadi pengacara dan bergelut di dunia pengadilan dan hukum. Dia mengaku lebih senang berbagi ilmu dengan menjadi dosen saja.

Comments